Bulan Agustus 2018 merupakan waktu yang sangat menyenangkan dan berkesan bagi kami, PPIT Chongqing.

Pada tanggal 29 Agustus 2018, PPIT Chongqing mengadakan acara silaturahmi dengan Yayasan Pondok Domba yang merupakan “sekolah” atau tempat dimana anak-anak dapat berkumpul untuk belajar bersama secara gratis. Dipimpin oleh Bapak Manullang, Yayasan Pondok Domba ini telah berdiri sejak tahun 1999. Yayasan Pondok Domba pertama kali dibangun dengan harapan agar setiap anak bisa mendapatkan pendidikan layak seperti yang sepatutnya mereka terima. Saat ini terdapat 32 anak dengan kisaran umur 4 sampai 11 tahun yang berada dibawah bimbingan Bapak Manullang beserta 4 guru lainnya. Beberapa dari anak tersebut merupakan yatim-piatu, mereka semua bertempat tinggal dekat dengan Yayasan Pondok Domba.

Tepat pukul 12.30 WIB, 3 orang perwakilan dari PPIT cabang Chongqing dan 4 orang relawan berkumpul disamping rel kereta api yang berada dekat dengan Yayasan Pondok Domba cabang Ancol yang bertempat di Jl. R.E. Martadinata, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bahkan sebelum acara dimulai, kami sudah mendapatkan sambutan hangat dari anak-anak Yayasan Pondok Domba yang sudah menunggu kedatangan kami. Mereka mengarahkan kami ke tempat tujuan dan juga membawa barang-barang yang akan disumbangkan dengan semangat.

Acara silaturahmi ini dihadiri oleh 23 anak Yayasan Pondok Domba. Mereka mendapatkan pendidikan hanya melalui pelajaran yang diberikan oleh guru-guru Yayasan Pondok Domba. Disana, mereka menggunakan sistem pendidikan layaknya sekolah pada umumnya, yaitu dari tingkat 1 SD hingga 6 SD. Pelajaran yang diberikan termasuk Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika Dasar, IPA, dll. Setiap hari mereka datang ke Yayasan Pondok Domba untuk belajar sesuai dengan jadwal kelas yang sudah ditentukan.

Acara dimulai dengan pemberian sumbangan dan kata sambutan dari Ketua PPIT Chongqing, Jely Esteria. Pada kesempatan ini juga, ada beberapa donatur yaitu Piter’s Family dan Happy Mom yang ikut serta dalam kegiatan ini dengan memberikan beberapa sumbangan.  Sumbangan berupa baju layak pakai juga diberikan oleh PPIT Chongqing. Setelah kami saling memperkenalkan diri, mereka mempersembahkan dua buah lagu kepada kami.

Acara dilanjutkan dengan sesi mengajar Bahasa Mandarin yang dipimpin oleh Stephanie Angwen, karena disana mereka tidak mendapatkan mata pelajaran tersebut. Selama proses belajar-mengajar, mereka  sangat pintar dan cepat tanggap walaupun Bahasa Mandarin cukup sulit untuk dipelajari apalagi dengan adanya nada di setiap kosa katanya. Suasana belajar semakin menyenangkan karena anak-anak antusias ketika diberikan tantangan. Siapapun yang berhasil membaca, menghafal, atau menjawab pertanyaan dari pelajaran yang telah diberikan akan mendapatkan hadiah yang telah kami siapkan.

Setelah proses belajar-mengajar, Bapak Manullang menyampaikan rasa terima kasih, kesan dan pesan kepada semua peserta yang hadir. Dari situ, kami menyadari betapa beratnya perjuangan yang harus dilalui Bapak Manullang dan teman-temannya untuk memperjuangkan Yayasan Pondok Domba agar bisa tetap berdiri. Sebelumnya telah ada perbincangan bahwa Yayasan Pondok Domba cabang Ancol tersebut akan ditutup karena masalah biaya dan sumber daya manusia yang kurang mencukupi. Tetapi karena tekad dan perhatian dari Bapak Manullang dan guru-guru Yayasan Pondok Domba terhadap pendidikan dan masa depan anak Indonesia, mereka rela menghabiskan waktu, tenaga, dan materi demi kemajuan bangsa. Dibalik kekurangan mereka sendiri, mereka tidak lupa dengan kesulitan yang dihadapi orang lain.

Dari kunjungan kali ini, kami belajar banyak hal tentang rasa peduli terhadap sesama. Acara tersebut kami akhiri pada pukul 13.30 WIB dengan penyampaian pesan dan kesan oleh Rachel Stephanie, selaku Koordinator Divisi Sosial PPIT Chongqing, dan dilanjutkan dengan pemberian sumbangan berupa uang dari Ikatan Pelajar Muslim Indonesia di Chongqing dan juga donatur lainnya kepada Yayasan Pondok Domba. Sebelum berpisah, kami berfoto bersama di lokasi sekitar Yayasan Pondok Domba.

Acara silaturahmi ini merupakan kegiatan yang kami lanjutkan dari periode sebelumnya, dimana PPIT Chongqing juga telah melakukan acara bakti sosial di lokasi yang sama.

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok cabang Chongqing kemudian melakukan kegiatan bakti sosial “Peduli Veteran” yang diselenggarakan di  Jakarta Selatan, kediaman Bapak Soedjazim. Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh PPIT Chongqing. Acara ini pun dihadiri oleh 4 anggota pengurus PPIT Chongqing  dan 1 orang relawan. Acara ini dilakukan pada pukul 18.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB. Bapak Soedjazim(NPV08.016.483)  adalah salah satu anggota veteran PKRI pada zaman penjajahan yang bertugas sebagai penyebar informasi melalui radio. Tahun ini beliau telah berusia 90 tahun, beliau juga merupakan salah satu atlet lari.

Tepat pada pukul 18.00 WIB, anggota PPIT Chongqing  mengunjungi kediaman veteran Bapak Soedjazim dan keluarga. Kegiatan tersebut dimulai dengan pemberian bingkisan, kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama Bapak Soedjazim selaku narasumber. Disela-sela wawancara, Bapak Soedjazim menceritakan tentang perjuangan veteran ketika melawan penjajah pada saat itu, suka-duka yang dialami. Bapak Soedjazim menyampaikan pesan dan nasehat kepada mahasiswa Indonesia khususnya yang sedang menuntut ilmu diluar negeri agar tetap semangat, dan disiplin. Selain itu, beliau juga berpesan agar pemuda Indonesia tidak lupa dengan jasa para pahlawan untuk mendapatkan kemerdekaan. Sebelum mengakhiri kunjungan tersebut, PPIT Chongqing memberikan sertifikat penghargaan kepada Bapak Soedjazim, diwakilkan oleh Khaerun Nisya selaku ketua acara kegiatan bakti sosial kali ini, sebagai bentuk apreasiasi atas perjuangan  beliau bagi Indonesia. Di penghujung acara, Bapak Seodjazim mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PPIT Chongqing karena telah peduli kepada anggota veteran yang masih ada dan berharap bahwa ini bukanlah kunjungan dari mahasiswa Tiongkok yang terakhir. Beliau menyampaikan bahwa pintu rumah mereka selalu terbuka untuk mahasiswa yang ingin berkunjung. Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Dengan demikian, acara yang berlangsung di rumah harapan usai pada pukul 19:30 WIB.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan kali ini memberikan kesan yang mendalam bagi kami semua untuk terus berperan aktif membantu sesama. Kami berharap teman-teman juga dapat ikut merasakan apa yang kami alami dan bisa bergabung dengan kami pada kesempatan berikutnya.

Terima Kasih! Salam Perhimpunan!

Penulis : Rachel Stephanie & Khaerun Nisya